Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ibu. Tampilkan semua postingan
Jumat, 21 Februari 2014
Derhaka Anak Biarkan Ibu Tinggal di Kandang Babi
Jumaat, 14 Desember 2012
Ibu tinggal di kandang babi di China (Kankanews.com)
VIVAnews - Chen Shoutian, lelaki di Guanyun County, Provinsi Jiangsu, menjadi terkenal bulan-bulanan di media sosial China kerana membiarkan ibunya tinggal di kandang babi. Padahal, ibunya itu sangat renta, usianya sudah 100 tahun.
Diberitakan Mingguan Telegraph , komentar pedas terhadap Chen bermula dari sebuah tayangan di televisyen tempatan . Dalam tayangan itu, disebutkan bahawa ibunya yang tidak disebutkan namanya itu telah tinggal dua tahun bersama-sama babi-babi.
Ibu malang yang lahir pada masa runtuhnya Dinasti Qing ini menggunakan tumpukan jerami sebagai tempat tidurnya. Ibu delapan anak itu mengaku senang dan kerasan tinggal di kandang babi yang bau dan dikerumuni lalat. "Dia memang ingin tinggal di sini kerana katanya nyaman," kata Chen berdalih.
Kepada stesyen televisyen tempatan tersebut, Chen mengatakan tidak ada ruangan lagi di rumah dia. Padahal, ada enam kamar di dalam rumahnya. "Saya sebenarnya tidak keberatan dia tinggal di sini," kata Chen.
Tindakan Chen yang membiarkan ibunya tinggal di kandang babi ini menuai kecaman di media sosial Weibo. Banyak yang mengatakan bahawa ini adalah bentuk durhaka anak terhadap orang tua. Banyak juga yang menggambarkan bahawa inilah realiti saat ini, pemuda tidak lagi peduli pada orangtua.
"Apakah yang mengaku manusia tergamak melakukan hal ini? Harusnya dia boleh merasakan hari-hari bahagia setelah 100 tahun bekerja keras," kata seorang pengguna Weibo.
Seorang kerabat Chen yang berkunjung ke kandang babi itu mengaku tidak kuat. "Sangat bau, bau sekali sampai saya tidak masuk," kada Liu Zhanbing, cucu ibu tersebut.
Gu Yuqing, anak perempuan nenek malang ini mengaku sudah mencuba meyakinkan ibundanya untuk hengkang dari kandang babi tersebut. Namun, dia sulit meyakinkannya kerana ibunya mengaku kerasan.
Diberitakan Mingguan Telegraph , komentar pedas terhadap Chen bermula dari sebuah tayangan di televisyen tempatan . Dalam tayangan itu, disebutkan bahawa ibunya yang tidak disebutkan namanya itu telah tinggal dua tahun bersama-sama babi-babi.
Ibu malang yang lahir pada masa runtuhnya Dinasti Qing ini menggunakan tumpukan jerami sebagai tempat tidurnya. Ibu delapan anak itu mengaku senang dan kerasan tinggal di kandang babi yang bau dan dikerumuni lalat. "Dia memang ingin tinggal di sini kerana katanya nyaman," kata Chen berdalih.
Kepada stesyen televisyen tempatan tersebut, Chen mengatakan tidak ada ruangan lagi di rumah dia. Padahal, ada enam kamar di dalam rumahnya. "Saya sebenarnya tidak keberatan dia tinggal di sini," kata Chen.
Tindakan Chen yang membiarkan ibunya tinggal di kandang babi ini menuai kecaman di media sosial Weibo. Banyak yang mengatakan bahawa ini adalah bentuk durhaka anak terhadap orang tua. Banyak juga yang menggambarkan bahawa inilah realiti saat ini, pemuda tidak lagi peduli pada orangtua.
"Apakah yang mengaku manusia tergamak melakukan hal ini? Harusnya dia boleh merasakan hari-hari bahagia setelah 100 tahun bekerja keras," kata seorang pengguna Weibo.
Seorang kerabat Chen yang berkunjung ke kandang babi itu mengaku tidak kuat. "Sangat bau, bau sekali sampai saya tidak masuk," kada Liu Zhanbing, cucu ibu tersebut.
Gu Yuqing, anak perempuan nenek malang ini mengaku sudah mencuba meyakinkan ibundanya untuk hengkang dari kandang babi tersebut. Namun, dia sulit meyakinkannya kerana ibunya mengaku kerasan.
"Banyak lalat dan nyamuk di musim panas dan ibu saya tinggal di situ. Sangat menyakitkan hati saya. Dia sangat tua, dan tinggal dengan babi! Bagaimana kami tidak sedih?" kata Gu.
Rabu, 13 November 2013
Puisi Ibu Oleh Khilda Fauzi
Materi Lengkap - Apakah anda sedang mencari puisi Ibu untuk mengerjakan tugas bahasa indonesia dari guru kalian, atau mungkin kalian benar-benar sedang mencari kata puisi untuk ibu tercinta, mungkin puisi ibu ini bisa sedikit membantu kalian, benar sekali memang peranan ibu tidak akan tergantikan dan terbalas.
Seperti yang ada di lagu kasih ibu, hanya sedikit kata namun maknanya sungguh luar biasa, kasih ibu tak terhingga sepanjang masa, seorang ibu akan selalu menyayangi anaknya tak terhingga, bahkan sampai anaknya tumbuh dewasa dan berkeluarga pun seorang ibu masih tetap menyayanginya, "hanya memberi dan tak harap kembali", kalimat yang perlu kita pahami lebih dalam, bahwa ibu memberikan kasih sayangnya, memberikan seluruh jiwa dan raga kepada anaknya tanpa mengharap imbalan atau balasan dari anaknya, jadi sangatlah tercela bagi orang yang telah menyepelekan ibu, membangkang kepadanya dan tidak menuruti kata-katanya demi kebaikan.
Dan kali ini saya akan memberikan puisi untuk ibu karya khilda fauzi, puisi ini menggambarkan betapa mulianya hati seorang ibu, dan rasa bersalah seorang anak yang ingin meminta maaf kepada ibunya. Langsung saja ini dia Puisi Ibu Oleh Khilda Fauzi selengkapnya :

IBU
Oleh Khilda Fauzi
Dalam sanubariku
engkau selalu terkenang
jasamu bagai samudra luas membentang
andai aku bisa
membalas jasamu
alangkah bahagianya hati ini
Terhenti ku berpikir
ketika begitu banyak
perbuatanku yang senantiasa
melukai hatimu
Ibu....
maafkan aku
bila waktu kembali
ingin ku hapus dosaku padamu
Ibu....
tersadar dalam mimpi panjangku
engkaulah pahlawan kegelapan
yang menerangi jalan panjang ku
Nah itulah tadi Puisi Bertema Ibu Oleh Khilda Fauzi yang bisa saya berikan kali ini, semoga adanya artikel ini bisa menambah rasa kesadaran kita akan besarnya pengorbanan seorang ibu dan semoga dapat menambah kecintaan kita terhadap ibu.
Langganan:
Postingan (Atom)